DIALEKTIKA SENI
Abdul Amin
1. Ringkasan Isi
Istilah “dialektika” berasal dari
bahasa Yunani yaitu “dialektos” atau “dialegesthai” yang berarti
dialog untuk membangun suatu komunikasi interaktif. Jadi dialektika seni merupakan suatu bentuk
komunikasi yang terjadi antara pencipta seni dan penikmat seni mengenai feedback
terhadap karya seni yang dihadirkan pencipta seni.
Proses komunikasi seni memiliki sifat
satu atau dua arah. Namun, juga bisa dibedakan menjadi secara langsung dan
tidak langsung. Secara langsung komunikasi yang terbangun karena suatu medium yang
sama, serta mudah dipahami oleh kedua belah pihak. Bisanya dalam komunikasi ini
karya seni yang dihadirkan lebih bersifat sederhana. Sehingga penyampaian pesan
dapat segera dipahami.
Sementara dialektika seni secara
tidak langsung penyajian karya seninya menggunakan materi informasi yang
kompleks, dan menggunakan bahasa medium yang rumit. Sehingga tidak semerta
merta dapat dipahami dalam waku yang relatif cepat. Dalam hal ini dibutuhkan
lah mediator seni untuk membantu terjadinya dialektika seni yang lancar dan
bermakna. Disinalah kita membutuhkan kritikus seni untuk bisa memberikan ulasan
interpretatif kritis tentang karya seni yang dihadirkan.
Dalam suatu proses dialektika
seni, seorang pencipta seni bisa disebut sebagai “sumber” yang menyampaikan
sebuah pesan melalui karya seni. Adapun proses penyampaian ini bisa bersifat
nyata, simbolis dan lain sebagainya. Proses penyampaian ini bisa dibedakan
dalam dua bentuk. Yaitu komunikasi verbal dan non verbal, verbal bila
penyampaian menggunakan kata-kata baik oral maupun tertulis. Non verbal bila
disampaikan dengan cara visual, gerak dan lain sebgainya.
Sebuah karya seni biasanya
memiliki suatu makna yang disampaikan melalu simbol ataupun tanda-tanda. Nilai
ataupun makna yang terkandung dalam tanda-tanda ini bisa memiliki makna yang
berbeda-beda. jika tanda itu dihadirkan mandiri bisa memiliki makna tertentu.
Namun, bila dipadukan dengan tanda lain, maka makna yang terkandung akan
berbeda. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah penekanan terhadap tanda
yang ditampilkan.
Sebuah karya seni yang dihadirkan
kepada halayak dianalogikan sebagai “bak anak panah yang terlepas dari
busurnya” untuk itu karya seni tersebut bebas untuk dibaca ataupun
diinterpretasikan. Sehingga timbul lah multi tanggapan atau bisa disebut
“pengayaan makna”.
kadang terdapat sebuah karya seni
propaganda ataupun desain grafik yang biasa menitik beratkan pada fungsi
guna/paikai. Medium yang biasa digunakan dalam karya seni ini adalah bahasa.
Oleh karena itu kesalahan interpretasi dapat dihindari.
2. Pendapat (plus and minus)
Dialektika seni memiliki nilai lebih yaitu sebagai proses
komunikasi yang berimplikasi kultural. Artinya bisa meluas dari suatu hal yang
bersifat khusus menjadi umum, yang memiliki cakupan tidak hanya dalam skala
lokal. Namun, juga sampai skala global. Nilai lebih juga ketika proses
dialektika seni yaitu suatu karya bisa dinilai oleh para penikmat seni yang
multi interpretatif. Baik dari segi pengalaman ataupun kepekaan. Sehingga
interpretasi yang diberikan terhadap karya seni tersebut akan beragam.
Dalam komunikasi ini terdapat cara penyampaian yang
sangat simpel dan mudah dipahami yaitu dengan cara verbal (kata-kata) ataupun
non verbal (visual). Merupakan nilai lebih dari proses komunikasi seni ini.
Suatu karya bila sudah disajikan “bak anak panah yang
terlepas dari busurnya” maka karya tersebut bebas untuk dibaca dan
diinterpretasi. Kadang interpretasi tidak sesuai dengan makna yang dimaksud
penciptanya. Namun, semua itu bisa terhindar apabila sebuah karya seni bersifat
objektif dan mementingkan nilai guna. Seperti dalam karya seni desain grafik.
Satu hal yang mungkin membuat orang kesulitan untuk
menginterpretasi sebuah karya seni adalah ketika seseorang menggunakan metode dialektika
seni tidak langsung. Dimana materi yang disajaikan bisa kompleks, abstrak, dan
menggunakan bahasa yang rumit. Sehingga tidak serta merta dapat dipahami dengan
waktu yang relatif cepat. Biasanya
kegagalan dari sebuah karya, apabila terjadinya sebuah trial and error
process.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar