Jumat, 22 November 2013

Dialektika Seni

DIALEKTIKA SENI
Abdul Amin

1.      Ringkasan Isi
Istilah “dialektika” berasal dari bahasa Yunani yaitu “dialektos” atau “dialegesthai” yang berarti dialog untuk membangun suatu komunikasi interaktif. Jadi  dialektika seni merupakan suatu bentuk komunikasi yang terjadi antara pencipta seni dan penikmat seni mengenai feedback terhadap karya seni yang dihadirkan pencipta seni.
Proses komunikasi seni memiliki sifat satu atau dua arah. Namun, juga bisa dibedakan menjadi secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung komunikasi yang terbangun karena suatu medium yang sama, serta mudah dipahami oleh kedua belah pihak. Bisanya dalam komunikasi ini karya seni yang dihadirkan lebih bersifat sederhana. Sehingga penyampaian pesan dapat segera dipahami.
Sementara dialektika seni secara tidak langsung penyajian karya seninya menggunakan materi informasi yang kompleks, dan menggunakan bahasa medium yang rumit. Sehingga tidak semerta merta dapat dipahami dalam waku yang relatif cepat. Dalam hal ini dibutuhkan lah mediator seni untuk membantu terjadinya dialektika seni yang lancar dan bermakna. Disinalah kita membutuhkan kritikus seni untuk bisa memberikan ulasan interpretatif kritis tentang karya seni yang dihadirkan.
Dalam suatu proses dialektika seni, seorang pencipta seni bisa disebut sebagai “sumber” yang menyampaikan sebuah pesan melalui karya seni. Adapun proses penyampaian ini bisa bersifat nyata, simbolis dan lain sebagainya. Proses penyampaian ini bisa dibedakan dalam dua bentuk. Yaitu komunikasi verbal dan non verbal, verbal bila penyampaian menggunakan kata-kata baik oral maupun tertulis. Non verbal bila disampaikan dengan cara visual, gerak dan lain sebgainya.
Sebuah karya seni biasanya memiliki suatu makna yang disampaikan melalu simbol ataupun tanda-tanda. Nilai ataupun makna yang terkandung dalam tanda-tanda ini bisa memiliki makna yang berbeda-beda. jika tanda itu dihadirkan mandiri bisa memiliki makna tertentu. Namun, bila dipadukan dengan tanda lain, maka makna yang terkandung akan berbeda. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah penekanan terhadap tanda yang ditampilkan.
Sebuah karya seni yang dihadirkan kepada halayak dianalogikan sebagai “bak anak panah yang terlepas dari busurnya” untuk itu karya seni tersebut bebas untuk dibaca ataupun diinterpretasikan. Sehingga timbul lah multi tanggapan atau bisa disebut “pengayaan makna”.
kadang terdapat sebuah karya seni propaganda ataupun desain grafik yang biasa menitik beratkan pada fungsi guna/paikai. Medium yang biasa digunakan dalam karya seni ini adalah bahasa. Oleh karena itu kesalahan interpretasi dapat dihindari.
2.      Pendapat (plus and minus)
Dialektika seni memiliki nilai lebih yaitu sebagai proses komunikasi yang berimplikasi kultural. Artinya bisa meluas dari suatu hal yang bersifat khusus menjadi umum, yang memiliki cakupan tidak hanya dalam skala lokal. Namun, juga sampai skala global. Nilai lebih juga ketika proses dialektika seni yaitu suatu karya bisa dinilai oleh para penikmat seni yang multi interpretatif. Baik dari segi pengalaman ataupun kepekaan. Sehingga interpretasi yang diberikan terhadap karya seni tersebut akan beragam.
Dalam komunikasi ini terdapat cara penyampaian yang sangat simpel dan mudah dipahami yaitu dengan cara verbal (kata-kata) ataupun non verbal (visual). Merupakan nilai lebih dari proses komunikasi seni ini.
Suatu karya bila sudah disajikan “bak anak panah yang terlepas dari busurnya” maka karya tersebut bebas untuk dibaca dan diinterpretasi. Kadang interpretasi tidak sesuai dengan makna yang dimaksud penciptanya. Namun, semua itu bisa terhindar apabila sebuah karya seni bersifat objektif dan mementingkan nilai guna. Seperti dalam karya seni desain grafik.

Satu hal yang mungkin membuat orang kesulitan untuk menginterpretasi sebuah karya seni adalah ketika seseorang menggunakan metode dialektika seni tidak langsung. Dimana materi yang disajaikan bisa kompleks, abstrak, dan menggunakan bahasa yang rumit. Sehingga tidak serta merta dapat dipahami dengan waktu yang relatif cepat.  Biasanya kegagalan dari sebuah karya, apabila terjadinya sebuah trial and error process.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar