Rabu, 14 Desember 2016

"Pernikahan yang Menguatkan"


"Pada satu ketika ada seorang lelaki berwajah buruk rupa, tidak memiliki kemampuan untuk berjalan. Menikah dengan seorang perempuan cantik nan sholehah. Orang tua sang perempuan tentu tidak secara gampang merestui hubungan mereka. Namun, perempuan ini terus berdoa agar Allah membalikan hati keluarganya untuk merestui pernikahannya. Akhirnya merek menikah. Seringkali selalu memgucap syukur kepada Allah, ketika melihat suaminya. Suaminya selalu bertanya, mengapa kamu bersyukur padahal suami serba kekurangan. Istrinya hanya ternsenyum, mas aku bukan orang yang pandai bersabar, emosiku 99 dan akalku hanya 1. Sementara engkau mempuanya 99 cara untuk bersabar dengan kondisimu sekarang, bersabar menghadapi emosiku setiap membeludak, dan selalu bersabar mengingatkanku utk beribadah kepada Allah."

Dulu kita tentu selalu ingat, "orang jelek itu biasanya dapet yang cantik, orang cantik itu biasanya dapet yang jelek." Hehe miris sekali. Namun ternyata guyonan ini merupakan suatu kaedah dimana orang melihat kesolehahan seorang perempuan dan kesholehan seorang lelaki.

Ada satu keterangan yang mengatakan bahwa, ada dua keimanan yang harus dimiliki pasangan suami istri, jika mereka ingin bahagia dunia dan akhirat:
Pertama, iman dalam artian sabar yang dimiliki suami
Kedua, iman dalam artian syukur yang dimiliki oleh istri.

Bagaimana tidak indah, ketika istri terus bersyukur atas apa yang dimiliki suaminya. Tidak pernah menuntut agar suaminya merubah fisiknya agar lebih tampan. Agar lebih enak dipandang. Istri sholehah adalah istri yang pandai bersyukur. Bukan menuntut apa yang bisa membuat suaminya kufur nikmat.

Bagaimana tidak indah ketika suami terus bersabar menghadapi apa yang dilandanya dalam keluarga. Bersabar karena menjadi pemimpin keluarga itu tidak mudah. Bersabar menghadapi emosi istri. Bersabar menuruti keinginan istri. Bukan justru terjebak dalam emosi hingga membentak, dan menganiaya istri. Ingatlah wahai peria. Perempuan itu adalah tonggak lahirnya negara, tonggak lahirnya peradaban. Karena ia kita ada, karena ia kita dapat membangun negara. Tidak terbayang jika tidak ada perempuan, akan seperti apa negara kita.

Jika fenomena di atas, dengan kekurangan dan kelebihan justru menjadi kebahagiaan.
Lebih bisa lagi jika ternyata kita diberikan kelebihan dan kelebihan yang menyatu.

Hijab dan Tak Berhijab

"Min, ternyata mendingan saya yah dibanding dia yang berhijab syar'i tapi kelakuan kayak gitu."

Seringkali cover menjadi sebuah simbol penilaian terhadap seseorang.
Ketika saya bertanya tentang pemilihan presiden, ibu2 dan masyarakat awam di desa2 mengatakan saya akan memilih Prabowo. Lho kenapa, karena Prabowo lebih kelihatan keren.
Itu membuktikan bahwa penilaian seseorang yang lebih sering melihat cover sebagai Faktor utama. Karenanya penting bagi seorang muslimah untuk berpakaian selayaknya muslimah.
Tapi fenomena yang sering ditemui adalah kekecewaan seorang yang 'tidak berpakaian muslimah' mengatakan "mendingan saya yang berpakaian cumpang camping tapi kelakuannya biasa aja. Dari pada berpakaian so alim tapi ternyata dalemnya hancur."
Lalu yang memakai pakaian muslimah mengatakan "gak ada kaitannya pakaian dengan kelakuan. Kalo kelakuan kembali lagi ke orangnya."

Sampai kapan kita hanya mendakwahi diri sendiri tanpa mengajak orang lain dalam kebaikan dengan cara membuktikan apa yang kita lakukan itu baik.
Sampai kapan kita membiarkan muslimah yang tidak menutup auratnya.
Jika para muslimah terus mencerminkan ketidak muslimahannya, rasanya makin banyak orang yang ingin berhijab, mengurungkan niatnya. Meskipun ini bisa terkait hidayah.

Bagi keduanya. Yuk cukupkan berdebat masalah itu. Toh yang berhijab gak mau hanya dilihat covernya saja. Dan begitupun yang tidak berhijab.
Temen2 yang berhijab setidaknya telah melaksanakan kewajibannya dalam hal fisik.
Pun jika temen2 yang tidak berhijab tapi menjaga tatak kelakuannya. Ia telah menjalankan kewajibannya dalam hal sifat.

Bayangkan kalo keduanya bisa bertaut. Betapa indahnya, sosok muslimah yang covernya indah kemudian ditautkan sifat yang indah.

Kamis, 08 Desember 2016

'Rumah Manja' untuk Keluarga

“Hidup adalah sebuah perjalanan. Ketika kita lelah dalam berjalan maka kita perlu sebuah kenyamanan untuk bercengkrama bersama keluarga.”


www.CitraMaja.com

Dalam hidup ini, semua orang tentu setuju bahwa tingkat kenyamanan tidak hanya diukur dengan hal yang bersifat imateril atau batin. Namun, juga didukung dengan fasilitas materil atau fisik yang membuat hidup terasa lebih nyaman. Hal itu dapat terpenuhi dengan apa yang kita pakai, apa yang kita kerjakan, terlebih apa yang kita tempati. Oleh karena pada dasarnya, aktivitas kita di luar sangat dipengaruhi oleh kondisi di tempat yang kita tinggali. Seseorang dengan keluarga yang menempati sebuah rumah tidak nyaman untuk istirahatnya, tentu akan berbeda psikologisnya dengan orang yang memiliki ruamah nyaman untuk hidupnya, karena keluarganya di rumah lebih tentram dan tidak begitu banyak kemungkinan permasalahan kenyamanan dalam hal fisik yang terjadi.

http://tokospringbedmurah.com

Berdasarkan kenyataan tersebut, sebuah investasi yang wajib dilakukan oleh kita adalah merealisasikan tempat tinggal senyaman mungkin untuk keluarga kita. Tentu hal tersebut harus kita realisasikan secepatnya, mengingat grafik harga rumah terus meningkat. Kita harus membuat strategi yang matang untuk dapat meninggali sebuah tempat yang nyaman. Terlebih jika kita bukanlah konglomerat yang memiliki kekayaan melimpah.

Ketika kondisi kita demikian, salah satu cara atau strategi yang realistis untuk kita lakukan, adalah mencari informasi tempat tinggal dengan kualitas yang baik, namun harga ‘memanjakan kita.’ Kita tidak boleh kalah dengan kondisi ekonomi yang tidak memanjakan kita, tetapi kita jadikan itu motivasi agar kita dapat berasa menjadi orang kaya raya yang menempati rumah nyaman, meskipun dengan budget rendah. Sehingga dua faktor manja yang menjadi idaman manusia dapat terpenuhi, yakni manja karena harga terjangkau dan manja karena hasil yang memuaskan. Hal itu sama dengan konsep ekonomi yang paten kita selalu gunakan, modal sekecil-kecilnya dengan untung yang sebesar-besarnya.

Lalu, dimana untuk mendapatkan hal tersebut?

Mungkin banyak di antara kita yang belum mengetahui tentang kenyamanan yang ditawarkan bumi Banten. Bumi ini didukung dengan banyak fasilitas alam yang sangat menarik. Ketika kita ingin hidup nyaman tetapi tidak ingin hidup di wilayah ibu kota, maka hidup di pinggiran ibu kota lah kita dapat mencarinya. Jangan pernah langsung percaya dengan opini yang menggambarkan bahwa wilayah pinggiran ibu kota adalah tempat yang kumuh dan tidak nyaman. Hal itu dapat kita analogikan dengan opini yang mengatakan bahwa wilayah jabodetabek adalah wilayah yang diisi oleh kota-kota maju yang besar, padahal faktanya banyak sekali pemukiman kumuh dan ketertinggalan di sana.

http://www.ciputra.biz/

Saat ini, lahir sebuah terobosan untuk menawarkan produk yang nyaman agar dinikmati oleh anda. Tempat ini berada di samping ibu kota dan sangat mudah untuk mobile akses kemanapun yang anda inginkan. Ia adalah “Rumah Maja.” Sebuah kawasan perumahan di daerah Maja, Lebak, Banten. Apa saja keuntungan ketika anda melakukan investasi untuk tempat tinggal ini? anda akan mendapatkan berbagai jaminan bahwa anda akan‘dimanjakan.’ Pertama, anda akan dimanjakan oleh lokasi. Bagi anda yang bekerja di ibu kota, anda dapat menggunakan transportasi umum kereta api atau juga dengan mobil pribadi, karena lokasi tidak begitu jauh dengan ibu kota. Kedua, alam yang nyaman. Jika anda berada di Maja, anda akan dimanjakan dengan wilayah yang masih hijau dan asri kehidupan tradisional. Ketiga, murah tetapi meriah. Inilah alasan kuat mengapa anda harus berinvestasi menempati Rumah Maja, karena ia akan memanjakan anda dengan harga murah tetapi fasilitas meriah.


Demikianlah apa yang harus anda lakukan untuk hidup nyaman dengan fasilitas aman. Jangan pernah ragu untuk memulai sebuah investasi yang menjamin kehidupan, karena itu akan berdampak pada jangka panjang atau masa depan kita. Segera berinvestasi untuk hidup anda di Rumah Maja, Lebak, Banten.

Magic of Debus: Ilmu Hitam yang Direstui Allah?

Debus adalah kesenian tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat Banten. Sebagai salah satu ciri khas budaya Banten, debus kemudian dikenal secara nasional bahkan mancanegara. Meskipun popularitasnya telah menembus batas internasional, kemunculan kesenian tersebut dianggap belum jelas karena sumber-sumber tertulis yang membuktikan asal-usul kesenian ini belum ditemukan hingga saat ini. Sejauh ini, berbagai teori mengenai kemunculannya didapat hanya melalui tradisi lisan.
Menurut tradisi lisan, debus dikembangkan untuk menarik masyarakat Banten agar ingin masuk dan memeluk agama Islam. Hal ini terlihat dari berbagai ritual yang dilakukan oleh pemain debus berupa dzikir-dzikir dan berbagai amalan yang dilakukan oleh orang-orang Islam. Hal-hal tersebut kemudian memperkuat teori bahwa fungsi debus pada awal kemunculannya adalah untuk syiar Islam. (Karomah Atu, 2004: 50)
Pada teori tersebut, digambarkan bahwa debus belum memiliki identitas sebagai suatu kelompok seni seperti sekarang ini. Debus hanya dikenal sebagai permainan kekebalan tubuh yang berkaitan erat dengan berbagai unsur yang diyakini oleh masyarakat setempat, yaitu sebagai bentuk keyakinan pada agama Islam yang kemudian berkembang dalam ilmu tarekat.
Seiring perjalanan waktu, debus berubah dari alat syiar Islam menjadi identitas budaya masyarakat banten. Pertanyaannya, apakah kekebalan tubuh yang dimiliki oleh para pemain debus berasal dari ilmu hitam atau ilmu putih?
Jalan Menuju Magic
Pada aktivitas kesenian debus, ada satu hal yang dianggap sebagai jalan menuju kekebalan, yaitu Tarekat. Tarekat berasal dari kata thariq (bahasa arab) yang berarti jalan. Kata tarekat sendiri sebenarnya mengacu pada sistem latihan meditasi maupun amalan seperti dzikir, wirid, puasa, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan guru sufi dan organisasi yang tumbuh di seputar metode sufi yang khas ini. Tarekat ini kemudian berkembang di wilayah Indonesia, termasuk wilayah Banten. (Atjeh Abubakar, 1993: 64)
Pada perkembangannya, tarekat memiliki berbagai jenis, seperti tarekat qadariyahrifaiyah,naqsabandiyah, dan lain sebagainya. Di Banten, tarekat yang berhubungan erat dengan kekebalan atau kemudian yang kita kenal dengan debus adalah tareqat qadariyah dan rifaiyah. Beberapa penelitian telah dilakukan mengenai hal tersebut.
Tarekat qadariyah menonjolkan 'budidaya' ritual yang dijalankan oleh pendirinya, yaitu Abdul Qadir Jailani. Sementara itu, tarekat rifaiyah banyak disinggung dalam tulisan-tulisan tentang tarekat, karena keanehan dari cara berdzikirnya yang memperlihatkan kesaktian dan kekebalan tubuh terhadap segala benda tajam.
Dalam perkembangannya, debus di berbagai daerah cukup berkaitan dengan tarekat tersebut, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Maluku. Namun, kaitan itu tidak ditemukan di daerah Banten. Tarekat yang dianut dalam kelompok-kelompok sufi tersebut kemudian memengaruhi berbagai ritual yang dianut dalam pertunjukan kesenian debus, seperti halnya di daerah Banten. (Muzaki Makmun, 1990: 32)
Apakah Ritual Permainan Debus Adalah Ilmu Hitam?
Sebelum memutuskan apakah ritual pada debus menggunakan ilmu hitam atau tidak, penting untuk memahami ritual itu sendiri. Pada debus, dikenal dua macam ritual. Pertama, ritual debus. Kedua, ritual permainan debus. Ritual debus merupakan suatu proses upacara yang dilakukan oleh seseorang yang berniat menjadi anggota debus. Sementara itu, ritual permainan debus merupakan suatu proses upacara permainan debus itu sendiri.
Upacara itu dilakukan untuk kelancaran pertunjukan permainan debus tersebut yang bernafaskan syiar Islam dalam ritual keagamaan. Masyarakat Banten menganggap ritual ini adalah suatu hal yang biasa, bahkan secara tidak langsung menganggap ritual ini sebagai ibadah kepada Allah. Karena dianggap ibadah, masyarakat Banten tidak mengkategorikan ritual ini sebagai ilmu hitam.
Ritual debus yang merupakan upacara pelantikan anggota baru, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu:
  1. Persiapan Ritual, yaitu tahap wawancara calon anggota debus yang dilakukan oleh pemimpin debus;
  2. Pelaksanaan Ritual, yaitu proses inisiasi melalui pemberian amalan-amalan berupa puasa dan dzikir;
  3. Ritual Pengujian dan Hasil, yaitu tahap pengujian hasil dari pelaksanaan ritual;
  4. Ritual Pemantapan dan Pembinaan, yaitu tahap pemantapan serta pembinaan spiritual melalui berbagai amalan yang ditingkatkan praktiknya;
  5. Ritual Peningkatan, tahap ini merupakan tahap peningkatan ilmu dan amalan yang diberikan pimpinan debus kepada anggota baru. Setelah anggota baru telah melalui lima tahapan di atas, maka ia telah resmi menjadi anggota debus, dan dapat berperan dalam Ritual Permainan Debus. (Nasution Isman, 1995: 20)
Dapat kita lihat dari uraian di atas bahwa ritual debus ini merupakan satu hal yang sakral dan tidak bisa ditinggalkan. Para pemain debus pun mengikuti kesakralan tersebut. Hal tersebut dapat kita lihat seleksi terhadap calon anggota permainan debus yang dilakukan dengan ketat. Debus ini dapat dikatakan bukan sebuah permainan atau kesenian semata, namun juga sarana pelaksanaan kepercayaan yang dianut, yaitu Islam.
Kategori Ritual yang kedua, yaitu Ritual Permainan Debus. Kegiatan Ritual pada permainan debus ini terbagi dalam tiga tahap, yaitu
  1. Pembukaan;
  2. Dzikir dan Shalawat; dan
  3. Permainan Debus.
Berikut adalah penjelasan mengenai tiga tahapan tersebut.
1. Pembukaan
Pada tahap pembukaan, ketua debus, pemain pemusik dan penonton, telah berada dalam posisinya masing-masing. Ketika pembukaan berlangsung, biasanya ketua debus akan memimpin acara (menjadi semacam MC), berada di tengah-tengah antara pemain dan penonton. Sementara itu, pemain dan pemusik membentuk sebuah lingkaran atau sejajar, berhadapan dengan para penonton. Ketika posisi sudah siap dan sempurna, biasanya dilakukan pembukaan ritual berupa pembacaan wawacan seh, yaitu bacaan tentang sejarah kehidupah Abdul Qadir Jailani. Namun, kini bacaan seh tersebut dilarang karena cukup memakan waktu yang lama sehingga digantikan dengan pengucapan salam sebanyak tiga kali.
2. Dzikir dan Shalawat
Tahap dzikir dan shalawat merupakan tahap wajib yang dilakukan oleh para pemain debus. Dzikir dan shalawat ini dilakukan oleh para pemain, terkecuali ketua. Ketua tidak perlu melakukannya karena pada saat bersamaan, ia memperkenalkan para pemain debus. Biasanya, dzikir dan shalawat ini lambat laun semakin keras dan mengikuti alunan musik yang mengirinya. Ketika dzikir dan shalawat ini terasa semakin meninggi, dapat dikatakan para pemain telah siap, karena suara nyaring dan keras tersebut, dianggap adalah nada magis yang berpengaruh pada tubuh pemain debus.
3. Permainan Debus
Setelah proses dzikir dan shalawat dilewati, tibalah tahap Permainan Debus. Tahap ini dimulai dengan berbagai pertunjukan permainan kekebalan tubuh oleh para pemain secara bergantian. Selama acara pertunjukan berlangsung, dzikir dan shalawat masih terus dibacakan dan diiringi dengan alunan musik, sesekali dengan nada rendah lalu meninggi. Pada saat-saat tertentu, alunan musik dapat berhenti dan kemudian berlanjut kembali. Berbagai ritual tersebut terus berlangsung selama pertunjukan debus dipertontonkan. (Nasution Isman, 1998: 22)
Acara pertunjukan yang diawali oleh berbagai ritual permainan debus biasanya berlangsung secara tidak menentu. Artinya, durasi pertunjukan bergantung kepada seberapa banyak jenis pertunjukan yang ditampilkan. Untuk diketahui, ada berbagai jenis pertunjukan pada permainan debus, yaitu permainan silat, tusuk jarum, mengupas kelapa dengan gigi, dan lain sebagainya.
Berdasarkan uraian permainan debus di atas, kita dapat melihat betapa sistem ritual sangat mempengaruhi semua jenis pertunjukan debus. Karena itu, secara logis dapat dikatakan bahwa permainan debus tidak bisa dilakukan oleh orang-orang biasa. Bila orang yang tidak memiliki keahlian khusus mencoba melakukan debus, ia akan terluka ketika melakukan berbagai atraksi di atas.
Pada akhirnya, debus memang kental dengan unsur magis. Seringkali, masyarakat luar menganggap para pemainnya sebagai penganut ilmu hitam ataupun sihir. Meski begitu, orang Banten sendiri menganggap hal tersebut sebagai hal yang lumrah dalam sistem budaya masyarakat Banten sehingga pantas apabila terdapat anggota masyarakat yang menganggap debus sebagai "magic" yang diberikan Allah atas dzikir kita kepada-Nya.

Minggu, 17 Januari 2016

Kota Ninja Hatori di Indonesia, dimanakah ia?

“Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke Samudra
Bersama teman bertualang”

Saat berkunjung ke Indonesia, banyak tempat wisata yang terkenal  dengan julukan “nama” berbagai  negara wisata di dunia. Kita dapat melihat bandung yang dijuluki “Paris van Java” Tasikmalaya “Delhi van Java” Karimun Jawa “Carribean van Java” Situbondo “Africa van Java” Tegal “Japan van Java” Semarang “Venice van Java” dan berbagai tempat lainnya dengan julukannya masing-masing.
Namun, ternyata terdapat satu fenomena unik lagi bagi julukan yang disautkan pada satu daerah wisata. Masyarkat di sana menyebutnya dengan Kota Ninja Hatori. (seperti yang dikutip dari akun facebook An-an Aminah Umar)


Ketika kita berkunjung ke daerah ini kita bagaikan Ninja Hatori dan kawan-kawan, menaiki gunung melewati lembah dan menikmati pemandangan indahnya wilayah sabana serta sungai yang mengitarinya.
Sebenarnya dimanakah daerah Ninja tersebut?
Sebelum saya berkunjung ke Kota ini, berbagai media memberitakan bahwa kota ini adalah salah satu kota yang dapat diibaratkan pemandangannya dengan salah satu wilayah negara wisata di Benua Eropa bagian Barat. Dahsyat bukan.
Mungkin pernyataan itu benar, namun justuru ketika melihat daerah ini saya langsung terjun bebas dengan ketentraman aromatik dari daerah pegunungan dan lembah seperti yang terdapat dalam soundtrack Ninja Hatori’s Movie.
Kita dapat melihat mengapa kota ini disebut demikian oleh masyarakat setempat, cukup rasanya dengan dua fakta menarik dari daerah ini:

Jalanan Puncak yang bergelombang
Puncak Cikajang via fadilahmt.blogspot.com

Ketika teman-teman mengagendakan berkunjung ke kota ini. Wajib kalian merasakan ekstrimnya suhu dingin di berbagai puncak kota ini. Ada berbagai puncak terkenal di daerah ninja ini, salah satunya adalah Puncak Cikajang. Ketika anda meluncur dari pusat kota ingin mengunjungi berbagai pantai di wilayah bagian selatan, maka anda akan melihat dan menikmati sejuk, indahnya puncak Cikajang. Puncak yang didampingi oleh panorama keindahan alam. Anda dapat melihat hijaunya kebun teh yang terhampar luas di samping jalan, melihat kabut di berbagai bukit, dan menikmati ekstimnya jalanan berkelok dan bergelombang.
Selfie via Pribadi

Mungkin anda akan banyak melihat orang-orang berselfie di pinggir jalan.

Taman Firdaus
Taman Firdaus Garut via www.yukpiknik.com

Ketika anda keluar dari Puncak Cikajang, maka akan disambut dengan keindahan wilayah Kecamatan Pamempeuk, bagian selatan kota ini. Wilayah yang terkenal dengan panorama laut biru yang tak dapat mengedipkan mata. Terhampar di sana berbagai keindahan laut, mulai dari pantai Sancang, Sayang Heulang, Santolo, hingga Ranca Buaya. Di sinilah puncak dari semua kelelahan terbayar.
Ketika mata tak mampu mengedip, ketika mulut hanya mampu menganga, dan ketika badan terasa melayang di langit biru dan hinggap dalam kehijauan Taman Firdaus yang agung.
Anda dapat merasakan bagaimana naik turunnya perjalanan anda. Seperti ucapan dari para pengunjung “ini memang benar wilayah Ninja Hatori, pandangan ke depan tidak nampak jalanan, yang nampak hanya ujung pohon”
Samping Jalan menuju Ranca Buaya via Pribadi

Jangan kaget ketika anda menyusuri dari ujung pantai Sancang menuju Ranca Buaya, anda akan melihat banyak orang yang rela berjalan kaki ataupun kendaraan yang terhenti sejenak. Tak lain untuk sekadar menikmati indahnya sisi kanan jalan yang dihiasi oleh bukit-bukit Indah, dan di sisi kiri jalan terdapat sabana yang indah, yang banyak orang sana menyebutnya Taman Firdaus. Sabana yang hijau ini dihiasi dengan air laut berwarna biru sepanjang perjalanan. Tentu moment ini menjadi hal yang berharga untuk dilewatkan.
Banyak orang yang berandai“mas, andai Jakarta memiliki jalanan indah seperti ini.”
Dan banyak pula yang bersyukur “Nikmat mana lagi yang kau dustakan.”
Ituah untaian berbagai pengunjung dari Jakarta terhadap panorama indah itu. Mereka berselfie  bersama, hingga mereka sama-sama teriak tanda mensyukuri nikmat tuhan ini.
Disamping dua alasan tadi, banyak tempat yang mungkin sudah menstream di telinga kita, seperti keindahan gunung papandayan,gunung cikuray, pemandian cipanas, Darajat Pass, dan lain sebagainya. Semua wisata ini mirip sekali jalanannya dengan Soundtrack Ninja Hatori’s Movie. Mungkin itu semua cukup menggambarkan alasan penduduk setempat menyebutnya Kota Ninja Hatori.
Cobalah kunjungi kota ini, siapa tahu anda akan menemukan julukan lain
Sudah dapat jawabannya kah dimana kota Ninja hatori ini?
Ya, itulah Kota Garut. Kota yang pernah disinggahi Charlie Chaplin, kota yang disebut oleh Soekarno sebagai Kota Intan, dikenal kita dengan Kota Dodol, Dan Kota dengan Panorama Surga Firdaus.

Rabu, 23 April 2014

G30S

Terungkap Fakta Rahasia G 30 S PKI
Terungkap Fakta Rahasia G 30 S PKI : Hingga akhir kekuasaan rezim Soeharto semua orang percaya bahwa semua itu adalah perbuatan yang diotaki oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dan di pelajaran sejarah pun di catatkan kronologi menurut kepentingan penguasa saat itu. Namun ketika orde reformasi dan tumbangnya rezim orde baru sepeninggal Soeharto dimana kebebasan berbicara terbuka lebar mulailah terkuak satu persatu kejanggalan skenario sejarah yang selama ini dicatatkan.
Dalam buku Sejarah kelas 3 kurikulum 1994 ditulis bahwa PKI yang menjadi dalang peristiwa Gerakan 30 September 1965. Dimana peristiwa itu mengigatkan kita bahwa PKI selalu berusaha mencari kesempatan untuk melakukan Kudeta (perebutan kekuasaan)..
Dalam buku tersebut juga disebutkan bahwa Aidit menugaskan Kamaruzaman alias Syam sebagai Ketua Biro Khusus PKI untuk merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan. Kemudian biro ini melakukan pembinaan terhadap perwira-perwira ABRI diantaranya adalah Brigjen Supardjo dan Letkol Untung dari TNI AD, Kolonel Sunardi dari TNI AL dan Letkol Anwas dari Kepolisian. PKI menyadari bahhwa hambatan untuk mencapai tujuannya adalah TNI AD. Oleh karena itu pada tanggal 30 September 1965 sebelum subuh tanggal 1 Oktober 1965 upaya penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira tinggi TNI AD dilancarkan. Di buku tersebut juga dipaparkan bahwa penumpasan pemberontakan G30S/PKI dilakukan oleh ABRI dan rakyat yang setia kepada Pancasila. Mayjen Soeharto sebagai Panglima Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kembali keadaan.
Kebutuhan akan rekonstruksi sejarah, yang terasa berkenaan dengan tumbuhnya kebingungan masyarakat awam mengenai sejarah G30S/PKI seperti yang telah mencuat melalui media massa. Ironisnya hampir seluruh informasi baru diekspos oleh media tersebut bertolak belakang dengan buku SMP kelas 3 1994. Pemaparan baru fakta dan opini dibalik G30S/PKI itu pada pokoknya ingin mengubah peran dan posisi Jendral Soeharto terhadap G30S/PKI yakni pemberantas yang cekatan dan jitu menjadi terlibat atau tersangka.
Adapun pemaparan baru tentang fakta dan opini di balik G30S/PKI itu, ingin merubah total peran dan posisi Soeharto terhadap G30S/PKI yakni sebagai sebagai pemberantas yang cekatan dan jitu mejadi terlibat atau tersangka.
Fakta-fakta tersebut antara lain:
1. Pengakuan Kol. A. Latief (gembong PKI) bahwa dua kali ia memberitahukan kepada Soeharto tentang rencana penindakan terhadap sejumlah jendral. Dalam bahasa laten menghadapkan Dewan Jendral kepada Presiden. Namun Soeharto yang pada saat itu Panglima Kostrad tidak mengambil inisiatif melapor kepada atasannya. Dia diam saja dan hanya manggut-manggut mendengar laporan itu. Latief menginformasikan rencana penindakan terhadap pera Jendral itu dua hari dan enam sebelum hari H.
2. Fakta bahwa sebagai perwira tinggi dengan fungsi pemandu di bawah Pangab Jendral A. Yani, Soeharto tidak termasuk sasaran G30S/PKI. Ini bisa dipertanyakan, mengingat strategisnya posisi Kostrad apabila Negara dalam keadaan bahaya. Kalau betul Soeharto tidak berada dalam Inner Cycle gerakan, kemungkinan besar ia termasuk dalam daftar korban yang dihabisi di malam tersebut.
3. Hubungan emosional cukup dan amat dekat Soeharto dengan para pelaku PKI yakni Untung dan Latief sedangkan Sjam termasuk kolega Soeharto di tahun-tahun sesudah Proklamasi.
4. Menurut penuturan Mayjen (Purn) Mursjid, 30 September malam menjelang 1 Oktober 1965 itu pasukan Yon 530/Brawijaya berada di sekitar Monas. Padahal tugas panggilan dari Pangkostrad Mayjen Soeharto adalah untuk defile 5 Oktober.
5. Mayjen (Purn) Suharjo, mantan Pangdam Mulawarman yang sama-sama dalam tahanan dengan Mayor (Purn) Soekardi, eks Wadan Yon 530/Brawijaya menceritakan bahwa surat perintah dari Pangkostrad kepada DanYon 530 itu dalam rangka penugasan yang disinggung Jendral Mursjid tadi, ternyata kemudian dibeli oleh Soeharto seharga Rp 20 juta.
Ratna Sari Dewi (mantan istri Bung Karo) pernah menyatakan: ?Sejak pagi 1 Oktober Soeharto sudah propaganda bahwa pelakunya PKI sepertinya dia sudah tahu semua seakan telah direncanakan. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana ia bisa menguasai Indonesia? Harus diingat system komunikasi saat itu belum seperti sekarang. Teleponnya belum lancar dan tak ada yang punya telepon genggam. Bagaimana dia bisa memecahkan masalah yang terjadi pada malam 30 September dan segera bertindak begitu cepat? Kalau belum tahu rencana G30S/PKI ia tidak mungkin bisa melakukannya.?
Dari kutipan buku Sejarah SMP kelas 3 tersebut diatas dengan pengakuan Ratna Sari Dewi kita dapat menarik menarik kesimpulan bahwa Soeharto sudah mengetahui akan terjadi gerakan 30 September yang dilakukan PKI.
Hal ini dibuktikan, mengapa begitu cepat dia mengambil keputusan dan mengumumkan ke seluruh rakyat Indonesia melalui RRI, bahwa telah terjadi peristiwa penculikan oleh gerakan kontra Revolusioner yang menamakan dirinya G30S padahal, alat komunikasi pada saat itu belum secanggih sekarang.
Fakta-fakta lain yang mampu mengungkap kebenaran ini tidak hanya sebatas fakta internal. Lebih dari itu kebenaran yang mulai terkuak mengejutkan masyarakat awam adalah ternayata Soeharto juga mempunyai hubungan dengan CIA. Hal ini terbukti dengan adanya satu kompi batalyon 454 Diponegoro Jawa Tengah dan satu kompi batalyon 530 Brawijaya Jawa Timur, yang secara terselubung digunakan Soeharto sebagai penggerak.
Soeharto disebut-sebut terlibat dalam peristiwa tragis itu. Oleh saksi dan sejumlah pelaku sejarah , serta sejarawan, dikatakan Soeharto mengetahui rencana penculikan para jenderal tapi tidak berusaha mencegahnya. Itulah salah satu titik kontroversi G30S. Buku yang terbit pertama kali pada 1999 ini menyebutkan ada enam titik kontroversi (hlm. 6-9).
Pertama, siapa dalang gerakan 1 Oktober 1965?
Kedua, mengapa Mayjen Soeharto menghalangi Mayjen Pranoto Reksosamodro menghadap Presiden Soekarno untuk didaulat menjadi Men/Pangad, jabatan yang ditinggalkan Letjen Ahmad Yani?
Ketiga, mengapa Soeharto seolah-olah mengulur waktu untuk merebut Gedung RRI dari tangan G30S?
Keempat, mengapa penggalian mayat para jenderal baru dilaksanakan pada 4 Oktober 1965, padahal lokasinya sudah diketahui pada 3 Oktober?
Kelima, adakah konspirasi antara Letkol Untung Syamsuri (pemimpin lapangan), Kolonel Latief, Sjam Kamaruzzaman, dan Mayjen Soeharto? Keenam, mengapa Ketua Partai Komunis Indonesia, D.N. Aidit, dibunuh ketika dia tertangkap di Boyolali, padahal kesaksiannya di pengadilan akan sangat membantu untuk menyingkap tabir G30S yang sebenarnya? Yang menarik pada buku ini adalah pengungkapan pertemuan Kolonel Latief dan Soeharto di RSAD Gatot Soebroto beberapa jam menjelang penculikan para jenderal. Waktu itu anak Soeharto yang berusia tiga tahun, Tommy, ketumpahan sup panas dan dilarikan ke rumah sakit itu. Di sana pada sekitar pukul 21.00, Latief menemui Soeharto. Menurut pengakuan Soeharto, dalam wawancara dengan surat kabar Del Spiegel Jerman Barat pada Juni 1970, kedatangan Latief untuk membunuhnya. “Tapi, nampaknya ia tidak melaksanakan berhubung kekhawatirannya melakukan di tempat umum,” ujar Soeharto. Pengakuan Soeharto itu bertentangan dengan jawaban yang diberikan kepada penulis bernama Brachman pada 1968, yang mengatakan bahwa Kolonel Latief datang untuk menanyakan kesehatan anaknya. “Saya terharu atas keprihatinannya,” kata Soeharto (hlm 18). Sementara itu, Latief sendiri mengatakan: “Yang sebenarnya saya pada malam itu di samping memang menengok putranda yang sedang terkena musibah itu, sekaligus saya melaporkan akan diadakannya gerakan pada esok pagi harinya untuk menggagalkan Coup d”Etat dari Dewan Jenderal, di mana beliau sudah tahu sebelumnya.” (hlm 20). Buku ini juga mengungkap kesaksian Boengkoes, yang muncul di media massa setelah Soeharto lengser.
Sumber Berita Lampung: Terungkap Fakta Rahasia G 30 S PKI

Minggu, 24 November 2013

Ibu dan Anak Kerbau

Ibu dan Anak Kerbau
Di suatu hari ada ibu kerbau yang sedang menyusui anaknya. Kemudian terdengarlah suara adzan berkumandang dan anak kerbau bertanya kepada Ibunya.
Anak: Bu, itu suara apa? Kenapa orang-orang itu pada beranjak ke masjid bu?
Ibu: itu suara adzan nak, yang menandakan kalau waktu sholat sudah tiba. Jadi para manusia yang beragama islam wajib solat.
Seketika setelah suara adzan selesai berkumandang, kemudian terdengarlah suara komat dan anak kerbau bertanya lagi kepada ibu-nya.
Anak: bu itu suara apa lagi, ko persis sama kaya suara adzan tapi agak beda gitu? Dan mengapa orang-orang itu pada lari menuju masjid?
Ibu: owhh.. itu suara Qomat nak, tanda solat akan didirikan. Ia mereka akan melaksanakan solatlah nak.
Anak: lalu kenapa kita tidak ikut sholat kaya manusia itu bu?
Ibu: kita kerbau nak, kita tidak diwajibkan untuk sholat.
Anak: (ketika sang anak melihat manusia yang nongkrong) lalu mengapa ada orang-orang yang malah pada santai santai aja bu malah pada maen dan nongkrong gitu, padahalkan mereka manusia bu.
Ibu: owh, kalo itu emang manusia, tapi hanya rupanya saja kelakuan dan sifatnya ya sama saja kaya kita.
Anak: owh berarti mereka juga kaya kita yah bu, mereka kerbau.